cover photo

Kehadiran Generasi Kedua Memberi Warna Baru di Grup yang Pernah Bernama Raja Garuda Mas Ini

Gruppe beitreten
Kehadiran Generasi Kedua Memberi Warna Baru di Grup yang Pernah Bernama Raja Garuda Mas Ini

Kategorie
Business
Erstellt
Mittwoch, 21. Februar 2018
Gruppenadmin
tania bae

Royal Golden Eagle adalah sebuah perusahaan yang mengelola sekelompok perusahaan manufaktur yang diketahui berbasis Sumber Daya Alam (SDA) yang beroperasi di berbagai negara dan produk-produk yang dihasilkan telah bermanfaat bagi kehidupan kita sehari hari. Hingga saat ini, RGE mempekerjakan 600.000 pekerja dan aset RGE yang dimiliki mencapai 18 miliar dolar Amerika Serikat.

Selama beberapa dekade, RGE sudah dipimpin oleh Sukanto Tanoto. Namun kini RGE dipindah tangankan kepada Anderson Tanoto, putera keempat dari Sukanto Tanoto, yang mengendalikan bisnis sumber daya alam terbarukan dengan menerapkan asas keberlanjutan (sustainability) dengan strategi bisnis yang inklusif dan berpihak kepada kebaikan masyarakat.

Sebelum ia menjadi seperti sekarang ini, dulunya ia menempuh kuliah di University of Pennsylvania, di Amerika Serikat, ia menempuh pendidikan di bidang bisnis sesuai dengan dunia yang bakal digelutinya. Setelah lulus kuliah, ia menimba pengalaman di sebuah perusahaan konsultan Bain & Company SE Asia yang berpusat di Singapura. Ia bekerja di perusahaan ini selama dua tahun. Ia mengatakan banyak hal dan pengalaman berharga yang ia dapat selama bergabung di bain & Company yang membantunya berpikir sistematis dan membangun team work yang solid.

Dua tahun setelah bekerja disana tepatnya pada Maret 2013, ia mengabdi dan bekerja di perusahaan keluarga dan memulai karir di RGE dari jenjang asisten manajer hingga kini sudah menjabat sebagai direktur. Prinsip yang Sukanto Tanoto pegang dulunya hanya sebatas 3C saja, yakni good for community, country dan company. Sebagai pewaris kerajaan bisnis Tanoto, Anderson yang baru berusia 27 tahun menyiapkan strategi 5C yang lebih tajam, yakni good for community, country, climate, company dan customer.

Anderson mengatakan bahwa kesuksesan yang diraih ayahnya tak lepas dari peran serta masyarakat sekitar. Karena mimpinya adalah berkembang bersama masyarakat. Jadi ketika memulai bisnis pada awal 1970an, hanya ratusan orang yang tinggal di pangkalan Kerinci, Riau. Sekarang sudah jutaan orang yang mengadu nasib di Pangkalan Kerinci. Buktinya konsesi luas Hutan Tanaman Industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) saat ini sudah mencapai 450.000 hektare. Hingga saat ini kapasitas produksi tahunan RAPP mencapai 2,8 juta ton untuk bleached hardwood kraft pulp (BHKP) dan 850.000 ton untuk kertas. Usaha RAPP terintegrasi, mulai dari kehutanan hingga manufaktur. Anderson menambahkan bahwa RAPP adalah pabrik pulp dan kertas terintegrasi terbesar di dunia.

Pada 1989 Sukanto mendirikan Asian Agri. Dan pada 2012 lalu, induk usaha ini mengelola 160.000 hektare kebun sawit dengan kebun inti seluas 100.000 ha. Dengan kehadiran generasi kedua memberi warna baru di grup yang pernah bernama Raja Garuda Mas ini.

https://id.linkedin.com/company/rge-pte-ltd

Kategorie
Business
Erstellt
Mittwoch, 21. Februar 2018
Gruppenadmin
tania bae
  • Bislang sind keine Diskussionen vorhanden.

Events

Bislang noch kein Event vorhanden.